Tampilkan postingan dengan label cara survive. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara survive. Tampilkan semua postingan

{ 0 komentar }

Tips Dalam Pergaulan

Tips Dalam Pergaulan

Dari judul kok sepertinya gak ada hubungannya dengan petualangan. Ya, mungkin itu yang anda pikirkan saat membaca artikel ini. Tapi entahlah, saya sendiri bingung kenapa kok milih judul blog Info-petualangan, padahal jam terbang petualangan jelas tidak sebanyak mereka diluar sana. Sebenarnya awalnya judul blog adalah cara-survive namun dengan pertimbangan keywordnya banyak saingan maka blog di hapus dan di ganti dengan yang ini. So ada 2 blog yang saya kelola, www.mjumani.blogspot.com dan yang ini www.info-petualang.blogspot.com . Nah sekarang kembali ke judul, kenapa kok Tips Dalam pergaulan yang ditulis, bukannya tidak berhubungan dengan judul blog info-petualang ?, jawabanya tidak lain karena aktifitas bertualang saya terbatas. Maka kali ini saya akan bahas sekedar info dan berbagi pengalaman bagaimana menghadapi pergaulan yang terkadang tidak cocok dengan kepribadian atau gaya kita.

Sedikit berbagi cerita, di masa SMA dimana kata orang masa SMA adalah masa transisi dari remaja menuju kedewasaan. Memiliki banyak teman yang sifat dan karakter berbeda satu dengan lainnya tidaklah mudah. Waktu itu gaya bergaul genk sudah terlihat, dari kesamaan hobi, kegemaran, atau kelakuan dari sekian kawan-kawan semasa SMA terbagi-bagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Ada yang tipe kelompok suka ngerumpi, suka berkelahi, suka belajar, suka sepak bola, dan banyak lagi. Saya sendiri adalah tipe orang yang biasa saja dan kebetulan suka sepak bola jadi lebih banyak bergaul di kelompok laki-laki yang suka olah raga sepak bola.

Sering bergaul dengan para bola mania tidaklah membatasi pergaulan saya dengan genk atau kelompok lain, di kelompok manapun kehadiran kita bisa diterima asalkan kita bisa membawa diri dan tetap tidak kehilangan jati diri atau prinsip hidup sendiri. Banyak keuntungan bergaul dengan banyak teman yangmemiliki karakteristik masing-masing. Sebagai contoh, bergaul dengan kutu buku kita dapat ilmu gratis dan pengetahuan dari buku-buku yang ia baca. Bergaul dengan brandalan, di jamin kita aman dari anak-anak nakal yang sering usil. Ikut genk ngerumpi kita tak ketinggalan informasi dan ikut kelompok football mania kita bisa ikut menyalurkan hobi. Tapi tentu tidak semulus itu, kadang tanpa kepribadian yang kuat dan cara bergaul yang benar justru kitalah yang akan dirugikan. Dalam pergaulan terutama genk rusuh yang suka berkelahi, akrab dengan merokok, minuman keras dan kadang obat-obatan atau taruhan. Saya sudah membuktikan, nongkrong dan bergaul dengan mereka. Ajakan merokok, minuman keras, dan hal-hal negatif lainnya yang datang dari mereka tidak sekali dua, namun sederhana saja ! tolak dengan halus namun logis dan yang terpenting jangan sampai menyinggung. Kehidupan sekarang tentu lebih keras dari beberapa tahun lalu, perangai anak muda jaman sekarang sepertinya lebih tempramen. Namun saya akan membagikan sedikit tips agar pergaulan anda tetap lancar dan tidak terjerumus ke hal-hal negatif sebab pergaulan apalagi komunitas baru bisa menjadi rimba buat anda. Inilah beberpa tips dalam bergaul agar anda bisa bertahan dirimba pergaulan yang sering saya terapkan :

  1. Pilah-pilihlah teman yang menurut anda tidak akan menjerumuskan. Karena banyak teman yang justru tujuannya adalah mengajak kita ke hal-hal negatif. Teman seperti ini lebih sulit di atasi jadi jika memungkinkan lebih baik jangan mempererat hubungan pertemanan
  2. Jika di dalam komunitas anda ada teman atau kelompok yang sering melakukan hal-hal negatif (merokok, minuman keras, obat-obatan) maka kurangi intensitas pertemuan. Tapi perlu di catat bahwa buat alasan se rasional mungkin, tidak menyinggung dan alasan yang masuk akal. Misalnya anda ada pekerjaan atau aktifitas lain
  3. Setiap di ajak melakukan aktifitas yang menurut anda tidak benar, tolaklah! Dengan bahasa yang sopan halus, dan kata-kata yang tidak menggurui. Bisa dengan sambil bergurau misal badan anda kurus dan anda di ajak minum-minuman keras maka bilang saja ” Wah sobat, bukannya nolak badan kurus gini apa gak lebih cocok di kasih minum susu! (gunakan bahasa yang seenak mungkin)
  4. Biasanya ajakan tidak datang hanya sekali, untuk menegaskan bahwa anda benar-benar konsisten dan tidak terkesan cuma malu-malu kucing, maka setiap ajakan tanggapi seperti sebelum-sebelumnya.
  5. Jangan marah ketika di beri kata-kata bernada mengejek, misalnya ”wah, gitu aja gak berani, dasar anak mami !” seperti biasa tanggapi dengan sopan dan bahasa yang tidak malah mengejek balik.
  6. Sesuaikan pergaulan anda dengan kondisi yang ada, jika berada di komunitas kutu buku maka jadilah anda dengan ciri khas kutu buku anda sendiri, begitupula saat berada di komunitas lainnya, yang terpenting jangan sampai kehilangan jati diri anda.
  7. Berikanlah alasan yang benar-benar bisa dimaklumi sekiranya anda ingin menghindari ajakan teman yang tidak mau anda ikuti. Sebab ada teman yang biasanya mengatas namakan persabahatan dalam membujuk misalnya ” kalau kamu gak ikut berarti kamu gak nganggap aku teman”, Nah jika anda tidak ingin kehilangan kawan anda (apalagi jika itu adalah teman lama dan cukup bersahabat baik). Tidak mungkin hanya dengan alasan ada PR atau di larang ortu atau ada janji dengan teman lain. Jadi gunakanlah alasan yang spesifik dan memang dipikirannya itu jauh lebih penting. Biasanya dengan satu atau dua kali beralasan seperti itu dia akan mengerti bahwa anda sebenarnya tidak mau menerima ajakannya dan dia tidak akan mengajak lagi.
  8. Jika cara nomor 7 diatas sudah di lakukan dan di tetap mengajak maka katakanlah dengan terus terang bahwa anda punya prinsif yang tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan.

Tips diatas hanya secuil, masih banyak tips yag bisa diaplikasikan. Diri andalah yang sebenarnya lebih faham kondisi dan situasinya begitupula komunitas yang dihadapi, jadi tips yang lebih sesuai mungkin lebih pas jika datang dari inspirasi anda sendiri.

Readmore »»

{ 0 komentar }

Peka Tanda Alam

Peka Tanda Alam

Masih membicarakan tentang survival, di kesempatan kali ini saya mau berbagi kisah semasa kecil. Tinggal di pedesaan ternyata memberikan pengalaman yang unik yang sepertinya tidak di temukan bagi mereka yang tinggal di perkotaan. Kisah ini sebuah gambaran bagi saya sendiri mengenai survival.

Cerita ini bermula saat saya masih duduk di bangku SD, seperti yang telah di tulis dan dikisahkan pada tulisan sebelumnya, keseharian waktu di masa kecil saya di habiskan cukup banyak bermain di hutan rawa. Dan paling senang saat mulai kemarau, banyak aktifitas yang hanya asyik dilakukan saat musim hujan misalnya bermain ”hide and seek” atau petak umpet di sela-sela purun, bermain bola di lapangan yang hanya bisa ditemukan saat musim kemarau (lapangan dadakan), mencari sarang burung, Bekacal atau mengejar layang-layang putus.

Siang itu saya sehabis pulang sekolah berganti pakaian, makan dan pergi ke tempat kami biasa ngumpul. Biasanya ada beberapa teman saya yang bermain kelereng atau sekedar ngobrol-ngobrol. Dengan berjalan kaki kurang lebih 15 menit tibalah di tempat yang di maksud. Hari ini hanya ada satu dua teman yang ngumpul, dengan ngobrol sebentar akhirnya saya memutuskan pulang. Ditengah perjalanan tanpa sengaja ada sesuatu yang melayang di atas langit, di ombang-ambingkan oleh angin yang bertiup cukup kencang.

Tanpa sadar, kaki yang tadinya berjalan kini sudah berlari, berlari mengejar benda melayang yang tidak lain adalah layang-layang yang putus entah milik siapa. Tubuh serasa tak terkendali, semua halangan dilewati dengan mudahnya, parit-parit yang menganga tanpa ragu dapat dilewatid dengan mudah, ranting-ranting pohon yang rimbun tak dipedulikan, singkat kata keadaan saya seperti orang kesetanan.

Tak sadar sudah berapa lama dan berapa jauh saya masuk kedalam hutan. Karena memang saat itu yang namanya jam tangan belum akrab dalam kehidupan saya. Akhirnya saya berhenti, mencoba mengamati daerah sekitar dan sesekali menengok keatas mencoba mencari dimana layang-layang itu jatuh. Kaki sudah mulai terasa lelah, sudah coba tengok kiri dan tengok kanan, benar-benar tempat yang asing. Kini mendadak perasaan berubah, yang tadinya menggebu-gebu perlahan barganti dengan resah dan khawatir. Otak saya sudah mulai berfungsi, sadar betul bahwa tempat yang saya datangi ini hampir tidak pernah di datangi orang baik untuk mencari kayu bakar, mencari biawak, atau ular sawa.

Sebenarnya saya cukup yakin kalau saya baru memasuki hutan tidak lebih dari 3 kilometer. Namun karena sepanjang jakan hampir saya habiskan dengan menatap ke langit akhirnya saya mulai kebingungan mencari jalan pulang. Sebenarnya yang paling saya khawatirkan adalah kalau-kalau bertemu binatang buas, meski jarang namun tanda-tanda aktifitas babi hutan masih sering di temui. Masih dalam kebingungan saya tetap melangkah, mencoba-mengingat jalan saya datang, tetapi tetap tidak menemukannya. Beruntung saya termasuk anak yang hobi memanjat, didalam kebingungan saya menemukan sebatang pohon Galam yang cukup tinggi, dengan tanpa ragu pohon itu di panjat. Tepat ditengah, mata langsung mengamati sekeliling. Tapi tidak menemukan petunjuk karena tingginya pepohonan disekitar. Saya kumpulkan keberanian untuk memanjat lebih tinggi, hanya beberapa meter mendekati pucuknya. Akhirnya usaha saya memberikan sedikit caha terang, setelah mengamati sekeliling, ternyata di sebelah barat ada jalan raya yang melintas beberpa buah kendaraan bermotor.

Hilang sudah kecemasan yang tadi memuncak, pohon dituruni dengan perlahan dan dengan yakin kaki melangkah kearah barat menuju jalan raya yang tadi terlihat saat di atas pohon. Tepat ke arah matahari yang semakin condong.

Kejadian ini benar-benar menjadi pelajaran berharga buat saya, tak pernah membayangkan jika kejadian itu terjadi ditengah hutan belantara yang jaraknya bermil-mil dari jalan raya atau perkampungan. Entah apa yang akan saya lakukan tanpa bekal yang cukup menghadapi kondisi survival. Apa lagi saat kejadian itu jangankan menguasai teknik survival, membaca saja tidak pernah tentu nasib akan menjadi sebuah tanda tanya.

Di alam bebas kita bisa di celakai oleh apa saja, alam bisa lebih berbahaya dari hewan buas atau bahkan kita celaka karena kecerobohan kita sendiri. Lalu apa yang bisa kita ambil pelajaran dari cerita diatas ? ”Peka Tanda Alam adalah salah satunya. Kita harus peka terhadap tanda-tanda alam yang sekiranya bisa memberikan manfaat dan petunjuk bagi kita jika berada di hutan. Sebagai contoh :

  1. Tumbuhan lumut , dapat dipakai sebagai isyarat posisi barat dan timur. Lumut yang tumbuh di pepohonan umumnya lebih lebat yang di sisi barat dari pada lainnya.
  2. Tajuk pohon lebih lebat yang sisi bagian barat
  3. Jika ada pohon bekas tebangan, maka lingkaran tahunan bekas potongan kayu akan berpola lingkaran tidak sempurna atau elips, yang mana bagian yang mampat adalah arah timur dan barat sedangkan sisi yang melebar adalah utara dan selatan.
  4. Beberapa binatang memiliki tingkah laku unik saat menanggapi bahaya, atau memilih makanan yang aman dan tidak
  5. Beberapa tumbuhan seperti pandan tumbuh condong kearah timur, menuju arah matahari terbit. Contoh lain adalah bunga matahari.
  6. Sarang semut atau serangga lebih banyak di sisi pohon yang mengarah kesebelah barat
  7. Akan lebih baik jika mengetahui posisi benda langit misalnya rasi bintang untuk membantu navigasi. Dan banyak lagi yang bisa di jadikan alat bantu untuk menghadapi keadan atau kondisi survival.

Readmore »»

{ 1 komentar }

Teknik Survival

TEKNIK SURVIVAL

Kondisi survival umumnya terjadi akibat perencanaan yang kurang matang saat kita melakukan kegiatan alam di alam bebas. Kondisi yang tidak diharapkan tersebut tentunya tidak diharapkan baik bagi orang yang sudah mengetahui dan menguasai teknik survival apalagi bagi kita yang awam, yang minim pengalaman dan pengetahuan tentang teknik survival. Teknik survival merupakan senjata bagi mereka yang beraktifitas di alam bebas tidak hanya bagi para pecinta alam, tetap juga bagi mereka yang bergelut di alam bebas seperti petugas kehutanan, pramuka, atau peserta praktek, petualang dan lainnya sebagainya. Kondisi survival pada intinya adalah bertahan dalam menghadapi keadaan darurat yang disebabkan oleh alam, hewan buas, cuaca dan kondisi lainnya Misalnya bagaimana anda memasak saat tidak memiliki air bersih, memasak menggunakan peralatan seadanya, atau saat anda kehabisan persediaan makanan dan harus berburu atau membuat trap untuk memperoleh makanan.

Saya sendiri bukan ahlinya, namun sedikit pengalaman dan pengetahuan dari membaca juga mengikuti taraining saya coba untuk berbagi semoga saja para senior tidak menertawakan saya. Tapi jelas artikel-artikel yang saya tulis bukan untuk menggurui tapi sekedar sharing dan bertukar pengetahuan dan pengalaman.

Selama ini dalam melakukan beberapa aktifitas kecil di alam bebas saya sendiri tidak memiliki persenjataan (teknik survival) yang memadai. Saya tidak pernah membaca ataupun mengetahui dan mempraktekan teknik-teknik survival yang di tulis oleh Tito Sucipto yang beberapa hari lalu saya baca. Dengan adanya Teknik survival di hutan yang di tulis Tito Sucipto bisa menjadi senjata yang bermanfaat bagi saya dan buat anda yang sering maupun yang akan melakukan aktifitas di alam bebas.

Anda bisa dowload melalui link dan silahkan pelajari, kerana teknik survival merupakan salah satu hal yang sangat perlu di ketahui tidak hanya bagi yang senang beraktifitas dia alam terbuka tetapi bagi siapa saja. Sebab kondisi survival datang tidak terduga dan seringkali kondisi kita yang tidak siap berakibat fatal, semoga itu tidak menimpa kita amin...!

Dengan mempelajari dan berlatih teknik-teknik survival dan mengkombinasikannya dengan pengalaman tentu akan menjadi modal berharga anda jika suatu saat menghadapi kondisi survival. Tapi perlu di ingat, keadaan survival tidak di inginkan oleh siapapun, karena itu perencanaan dan kesiapan sebelum terjun kealam bebas adalah yang terpenting. Bagaimanapun mencegah lebih baik dari pada mengatasi.

Readmore »»

{ 0 komentar }

Etika terhadap Penghuni Alam Ghaib

Etika Di Kawasan Baru

Artikel kali ini saya tujukan buat anda yang percaya bahwa di dunia ini ada makhluk yang tidak kasat mata yang bisa saja hidup berdampingan di sekitar anda antara dunia nyata dan dunia ghaib. Bagi anda yang tidak meyakini mungkin artikel ini tidak begitu penting. Namun saya akan tetap meneruskan menulis artikel ini karena saya yakin banyak dari anda yang percaya bahawa di dunia ini kita tidak sendirian, so bagi anda yang saya maksudkan di atas silahkan simak !

Kita kadang baru percaya jika sudah mengalami sendiri kejadian-kejadian yang irasional, yang tidak dapat dijelaskan secara logika bahkan nuansa-nuansa seperti itu malah ditunggu-tunggu bagi sebagian orang. Lalu adakah hubungannya dengan bertahan hidup? Jawabnya Ya !. Langsung atau tidak langsung keberadaan kitalah yang sebenarnya menyebabkan kita jatuh dalam masalah yang berhubungan dengan hal-hal mistis, terutama di tempat-tempat yang memang belum sering terjamah seperti hutan, gunung, dan pohon-pohon besar yang memang sudah lumrah menjadi tempat-tempat tinggal makhluk yang kadang menjadi kontroversial dimasyarakat.

Dan satu hal yang perlu kita sadari adalah kita tidak bisa menghindari dan memungkiri bahwa mereka ada. Meski sebagian anda percaya bahwa mereka tidak akan pernah mengganggu kita selama kita tidak menggaggu mereka. Namun sebagian dari mereka yang merasa terganggu justru tidak menyadari bahwa merekalah yang mengusik keberadaannya.

Dari berbagai sumber, tempat tinggal yang biasa menjadi hunian bangsa jin dan makhluk halus lainnya adalah gunung, pohon besar, patung besar, bangunan kosong, hutan, dan danau. Di sinilah kita harus lebih arif dan mengendalikan diri, meski begitu jangan pernah merasa tegang atau takut, karena hanya Tuhan yang pantas kita takuti.

Berikut beberapa tips yang mungkin berguna buat anda :

  1. Ucapkanlah salam (cukup dalam hati atau cukup anda yang mendengar) saat memasuki wilayah baru.
  2. Niatkan kegiatan atau tujuan anda untuk kebaikan
  3. Jangan mengeluarkan kata-kata kotor saat berada di daerah yang tidak anda kenal
  4. Menjaga sikap dan perbuatan anda, jangan mengotori atau berbuat usil pada tumbuhan atau hewan.
  5. Jangan biarkan pikiran anda kosong (melamun atau menghayal)
  6. Isi pikiran anda dengan pikiran-pikiran positif.
  7. Jangan bersikap atau berkata-kata yang seolah menantang alam
  8. Jika anda berangkat dalam rombongan jangan berpisah/menyendiri (atau membentuk kelompok ganjil), kecuali memang dari awal keberangkatan.
  9. Usahakan jangan memberikan celoteh atau komentar yang tidak wajar jika menjumpai sesuatu yang ganjil (aneh)

Sebenarnya masih banyak etika yang harus kita perhatikan terhadap lingkungan terutama makhluk ghaib, namun perlu di garis bawahi, kita memang harus percaya tetapi jangan sampai kepercayaan itu menjadikan kita buta dan syirik terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Readmore »»

{ 0 komentar }

Memasak Nasi Di Alam

Memasak nasi dengan alat seadanya

Apakah anda pernah membayangkan ketika suatu hari anda berkemah atau melakukan petualangan ke hutan, tiba-tiba ups..., perlengkapan memasak anda tiba-tiba hilang atau lupa terbawa? apa yang harus anda lakukan ?

Jika anda masih memiliki beras dan masih ada air buat memasak, jangan khawatir ! Anda masih bisa makan nasi, caranya ???

Pertama anda bisa menggunakan bambu.
Ambil dan potong bambu, cukup pakai satu ruas saja dengan salah satu bagian ruas bambu tetap utuh dan bagian ruas lainnya terbuka. Masukkan daun pisang kedalam bambu sebagai alas beras nantinya. Cuci beras sampai bersih, lalu masukan ke dalam bambu sekitar 3/4 nya. tambahkan air sampai sekitar 1-2 ruas jari tangan lalu sumpal lubang bambu dengan daun pisang.
Kemudian buatlah sanggahan dengan menggunakan tangkai/ ranting pohon seperti huruf Y sebanyk 2 buah, tancapkan ditanah dan dengan menggunakan dahan yang lain, letakan diatas ranting tersebut. Jangan lupa sebelumnya nyalakan api seperti membuat api unggun kecil di bawah sanggahan letakan bambu dengan posisi agak miring.

Readmore »»