Tampilkan postingan dengan label pengetahuan dasar bertahan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan dasar bertahan hidup. Tampilkan semua postingan

{ 0 komentar }

Memproduksi Air Bersih

Memproduksi Air Bersih


Terkadang dalam perjalanan hidup tantangan yang harus kita hadapi tidak selalu berasal dari hewan ganas atau pemangsa yang liar namun justru berasal dari lingkungan yang tidak brsahabat. Lingkungan yang tidak ramah adalah masalah serius yang terkadang terlambat diantisipasi oleh kita yang menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam kehidupan makhluk hidup air adalah keperluan vital yang tidak bisa lepas dari kehidupan termasuk manusia. Namun tidak sembarang air yang dapat digunakan untuk menunjang proses kehidupan. Berbeda dengan tumbuhan, air bisa diserap oleh akar tanaman tanpa harus memenuhi standar kesehatan seperti air untuk keperluan manusia. Untuk manusia merupakan suatu keharusan dimana air yang ingin di konsumsi harus bebas dari bahan pencemar, tidak berbau, tidak berwarna dan memenuhi standar kesehatan lainnya.

Jumlah air di bumi memang relatif tetap karena adanya siklus atau daur air. Namun jumlah air bersih di permukaan bumi semakin terbatas, banyak penyebabnya antara lain pencemaran, kontaminasi oleh patogen, kondisi alam perubahan warna dan rasa pada air karena berbagai faktor dan sebagainya.

Semakin berkurangnya luas areal hutan menyebabkan menyebabkan sumur pompa mulai tidak maksimal, belum lagi jika air dari sumur tersebut telah bercapur dengan air laut. Lalu bagaimana cara kita mengatasi tantangan alam ini?. Dalam sekala kecil pemenuhan air bersih dapat diusahakan dengan berbagai cara menggunakan pengetahuan/teknologi sederhana dari air yang belum memenuhi standar kesehatan.

Berikut diantaranya :

1. Mengatasi kekeruhan dan keasaman air

Cara umum adalah dengan mendiamkan di tempat penampungan yang terbuat dari gerabah atau semen beberapa hari atau dengan memberikan tawas agar partikel-partike terlarut cepat mengendap, agar bebas dari organisme air bisa ditambahkan kaporit. Air keruh sebenarnya bisa di gunakan langsung dalam keadaan darurat jika tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.

2. Menggunakan instalasi saring

Cara ini sedikit repot tapi cukup efektif, teknik dasarnya adalah dengan menyalurkan air yang kotor ke tangki-tangki penampungan yang lebih tinggi yang terhubung dengan tangki kedua yang lebih rendah, dan tangki penampungan kedua ini terhubung dengan tangki ketiga yang lebih rendah lagi dan seterusnya hingga sampai tangki penampungan terkahir yang airnya siap digunakan. Tangki2 tesebut sudah di beri perlakuan sedemikian rupa misalnya ditangki pertama air yang akan di olah diberi tawas, dan di bagian dasar diberi ijuk, serpihan genting atau bata, pasir dan kerikil untuk menyaring partikel-partikel yang terlarut bersama air. Bahan-bahan penyaring tersebut juga dimasukan ke tangki-lainnya. Penggunaan tangki tergantung air yang di olah, semakin kotor dan keruh maka tangki yang diperlukan bisanya lebih banyak namun bisa di siasati dengan mengurangi debit air yang melewati tangki-tangki tersebut sehingga penyaringan lebih efektif.

3. Memperoleh air bersih dengan penguapan

Cara ini lebih lambat namun air yang diperoleh cukup terjamin kejernihannya bahkan dapat di olah dari air asin yang tidak dapat dilakukan dengan sistem biasa. Cara sederhana ialah dengan menempatkan air yang akan di uapkan di sebuah waskom atau penampung air yang memiliki permukaan cukup luas. Tutup dengan plastik transparan, seperti gambar.



Kemudian tinggal di panaskan dibawah matahari agar cepat terjadi penguapan, uap air yang berasal dari air di dalam waskom lama kelamaan akan jenuh dan pada plasitk transparan sebagai penutup waskom akan timbul titik-titik air, dengan mengatur sedemikian rupa agar plastik penutup tadi membentuk kerucut seperti segitiga terbalik maka titik-titik air tadia akan jatuh tepat di tempat penampungan air di dalam waskom. Titik- titik air akan semakin cepat terbentuk bila dibagian atas plastik di aliri air sebagai pendingin. Cara ini yang banyak digunakan orang untuk bertahan ditengah laut ketika yang ada hanya air laut.

4. Untuk memperoleh air bersih jika dihutan

Ketika kehabisan air ditengah hutan tentu kita akan mencari sumber air ! Dihutan yang begitu lebat tentu keadaan bisa menjadi tidak mudah untuk menemukan sumber air. Cara mereka yang pernah bertahan di rimba untuk memperoleh air bersih salah satunya adalah dengan memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan yang mengandung air. Misalnya memanfaatkan air gutasi, yaitu air yang keluar dari ujung-ujung daun misalnya bangsa talas-talasan akan mengeluarkan tetes-tetes air saat pagi hari.

Readmore »»

{ 1 komentar }

Teknik Survival

TEKNIK SURVIVAL

Kondisi survival umumnya terjadi akibat perencanaan yang kurang matang saat kita melakukan kegiatan alam di alam bebas. Kondisi yang tidak diharapkan tersebut tentunya tidak diharapkan baik bagi orang yang sudah mengetahui dan menguasai teknik survival apalagi bagi kita yang awam, yang minim pengalaman dan pengetahuan tentang teknik survival. Teknik survival merupakan senjata bagi mereka yang beraktifitas di alam bebas tidak hanya bagi para pecinta alam, tetap juga bagi mereka yang bergelut di alam bebas seperti petugas kehutanan, pramuka, atau peserta praktek, petualang dan lainnya sebagainya. Kondisi survival pada intinya adalah bertahan dalam menghadapi keadaan darurat yang disebabkan oleh alam, hewan buas, cuaca dan kondisi lainnya Misalnya bagaimana anda memasak saat tidak memiliki air bersih, memasak menggunakan peralatan seadanya, atau saat anda kehabisan persediaan makanan dan harus berburu atau membuat trap untuk memperoleh makanan.

Saya sendiri bukan ahlinya, namun sedikit pengalaman dan pengetahuan dari membaca juga mengikuti taraining saya coba untuk berbagi semoga saja para senior tidak menertawakan saya. Tapi jelas artikel-artikel yang saya tulis bukan untuk menggurui tapi sekedar sharing dan bertukar pengetahuan dan pengalaman.

Selama ini dalam melakukan beberapa aktifitas kecil di alam bebas saya sendiri tidak memiliki persenjataan (teknik survival) yang memadai. Saya tidak pernah membaca ataupun mengetahui dan mempraktekan teknik-teknik survival yang di tulis oleh Tito Sucipto yang beberapa hari lalu saya baca. Dengan adanya Teknik survival di hutan yang di tulis Tito Sucipto bisa menjadi senjata yang bermanfaat bagi saya dan buat anda yang sering maupun yang akan melakukan aktifitas di alam bebas.

Anda bisa dowload melalui link dan silahkan pelajari, kerana teknik survival merupakan salah satu hal yang sangat perlu di ketahui tidak hanya bagi yang senang beraktifitas dia alam terbuka tetapi bagi siapa saja. Sebab kondisi survival datang tidak terduga dan seringkali kondisi kita yang tidak siap berakibat fatal, semoga itu tidak menimpa kita amin...!

Dengan mempelajari dan berlatih teknik-teknik survival dan mengkombinasikannya dengan pengalaman tentu akan menjadi modal berharga anda jika suatu saat menghadapi kondisi survival. Tapi perlu di ingat, keadaan survival tidak di inginkan oleh siapapun, karena itu perencanaan dan kesiapan sebelum terjun kealam bebas adalah yang terpenting. Bagaimanapun mencegah lebih baik dari pada mengatasi.

Readmore »»

{ 0 komentar }

Keunikan Hutan Rawa

Keunikan Hutan Rawa

Saya yakin banyak kawan-kawan diluar sana yang juga hidup dan tinggal di sekitar hutan rawa seperti saya. Namun mungkin tidak semua menceritakannya seperti yang saya lakukan. Meksi tidak seseru jejak petualang, atau bocah petualang maupun mata angin. Pengalaman saya semasa kecil mungkin bisa berguna bagi anda dan dapat menjadi pelajaran ataupun sekedar pengetahuan.

Tapi saya gambarkan sedikit karakteristik hutan rawa tempat berpetualang semasa kecil. Daerah saya adalah daerah rawa yang di dominasi oleh kayu Galam (Malaleuca cajuputi). Di dasar hutan hampir sepanjang tahun tergenang air, dan hampir dimana-mana terdapat rumput ” purun kudung ” atau Eleocharis dulcis dan kelakai. Di tempat-tempat yang tidak tergenang bisanya banyak di tumbuhi karamunting, ataupun rumput dari genus Cyperus dan masih ada beberapa tumbuhan lain yang umumnya sudah beradaptasi dengan lingkungan yang asam.

Selain flora, ada juga faunanya misalnya berbagai jenis reptil seperti ular, kura-kura, biawak, berbagai jenis burung dan beberapa jenis ikan rawa misalnya seperti ikan betok atau papuyu, sepat dan ikan gabus atau haruan. Nah tentu saja aktifitas petualangan saya masih berhubungan dengan hewan maupun tumbuh-tumbuhan yang ada di sana.

Karena cukup banyak panjang jika saya tulis semuanya, maka saya akan tulis artikel ini secara seri atau bersambung. Cerita yang nanti akan tulis adalah perjalanan semasa kecil, cerita ini sekaligus untuk mengingatkan akan keunikan hutan rawa yang harus diperhatikan. Hutan rawa yang kian terancam sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab kita untuk menjaganya.

Inilah cerita pertama saya, tapi mohon sebelumnya untuk tidak menertwakan saya karena kemampuan olah kata saya sangat pas-pasan.

Keseharian saya sewaktu kecil bisa di bilang sangat ”wong deso”, di bangku sekolah SD permainan yang saya lakukan hanya terbatas main kelereng, main gelang karet, main kapal-kapalan yang di buat dai pelepah rumbia ataupun pergi memancing bersama teman-teman. Menjelang musim kemarau, kami biasanya pergi mencari sumur-sumur kecil ataupun cekungan-cekungan yang dulu banyak ikannya, jika beruntung kami akan menemukan sumur-sumur dangkal yang banyak ikannya. Dengan berbagai teknik dan cara, setiap orang berusaha mencoba menangkap ikan sebanyak-banyaknya. Istilah di desa kami kegiatan seperti ini banyak sebutannya, ada yang menyebutnya ”begalau” adapula yang menyebutnya ”bekacal”. Pada intinya kegiatan ini adalah memanfaatkan air surut sewaktu menjelang kemarau baik di hutan maupun di sawah tadah hujan. Dengan surutnya air, ikan-ikan akan terkumpul dan terkonsentrasi di daerah yang lebih rendah misalnya sumur, atau cekungan yang dalam istilah kami disebut ”lubakan”.

Dalam kelompok kecil 3 sampai 4 orang kami menuju daerah yang akan di jelajahi, mencari lubakan atau sumur yang kira-kira ada ikannya. Jika ketemu maka dengan sebilah parang kami singkirkan-rumput-seperlunya dan kedua tangan siap beraksi mencari ikan di dalam air yang berlumpur. Tak jarang yang kami dapat bukannya ikan melainkan ular air atau ular tanah. Jika sudah begitu semuanya melompat keluar dari air karena kaget. Setelah beberapa menit kemudian bisanya ada diantara kawan-kawan yang berani ”bekacal” lagi dan semua kembali masuk ke sumur untuk menangkap ikan.

Dalam ”bekacal” kami biasanya tidak menggunakan alat bantu melainkan hanya menggunakan tangan kosong. Perolehan ikan pun tidak menentu, tergantung dari keahlian dan banyak ikan yang ada di sumur atau ”lubakan” tersebut. Kadang kami bisa membawa masing-masing lebih setengah ember dengan ukuran sedang, tapi pernah juga pulang hanya dapat seekor dua ekor. Gengsilah sebenarnya yang menjadi taruhan bagi yang sedikit mendapatkan ikan, namun meski begitu kami tetap sportif.

Ikan yang paling mudah ditangkap adalah jenis ikan sepat dan kapar, sedangkan yang sulit adalah ikan papuyu (betok) dan ikan haruan (ikan gabus). Ikan papuyu selain bisa bertahn dilumpur juga memliki duri sirip yang tajam sehingga susah di tangkap, sedangkan ikan haruan memiliki tubuh licin dan hentakan kuat saat di genggam.

Sayangnya kegiatan semacam itu sekarang sudah langka ditemui, padahal kegitan semacam itu memiliki nilai positif karena mengajarkan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan bersahabat. Imbas perkembangan dunia modern telah merubah pola pikir masyarakat menjadi pola pikir instan, mereka lebih suka mencari ikan dengan menggunakan setrum (arus listrik) ataupun potas (racun ikan). Akibatnya populasi ikan di rawa-rawa kini jauh merosot dari beberapa tahun sebelumnya.

Simak cerita saya berikutnya bagaimana menangkap burung rawa dengan menggunakan jerat.

Readmore »»

{ 0 komentar }

Tips Menjaga Tubuh Tetap Hangat

Tips Menjaga Tubuh Tetap Hangat

Di tulisan sebelumnya mengenai memilih tempat untuk basecamp atau bermalam banyak saya singgung mengenai keamanan dan kenyamanan yang harus di pertimbangkan, nah slah satu unsur kenyamanan dan keamanan tersebut adalah angin. Angin selain beresiko bagi tenda-tenda yang anda dirikan juga dapat menurunkan daya tahan tubuh terutama efeknya adalah rasa dingin yang menyebabkan anda mudah masuk angin dan terserang flu.
Jadi dalam memilih tempat untuk mendirikan tenda sebaiknya yang terlindung dari terpaan angin langsung agar tenda aman dan tentunya tidak kedinginan. Tapi perlu di ingat kedinginan tidak hanya bisa ditimbulkan oleh angin, tapi bisa berbagai sumber misalnya embun, keadaan basah, faktor cuaca (suhu lingkungan), ataupun sakit.
Kedinginan dapat menimbulkan masalah serius pada kita, misalnya badan menggigil sehingga tidak dapat melakukan aktifitas normal, asma, flu, ataupun hipotermia. Gejala kedinginan yang cukup parah terlihat dari badan yang menggigil, muka pucat suhu tubuh turun, gigi bergemeletuk dsb.
Lalu bagaimana cara mengindarkan diri agar tidak terkena bahaya akibat kedinginan ! Tentu saja sebelum berangkat melakukan perjalanan atau petualangan anda harus sudah mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari instruktur anda yang lebih ahli dan berpengalaman. Namun bagaimana kalau kejadian itu adalah tak terduga atau tidak di rencanakan sebelumnya ? Berikut tips-tips yang mungkin dapat membantu Bagaimana menjaga tubuh tetap hangat atau tidak kedinginan.
1. Persiapkan segala sesuatu yang anda perlukan untuk bertualang, ataupun menjelajahi alam termasuk jaket, minuman penghangat, dll
2. Hindari penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan efek dingin, misalnya air, angin, dan embun
3. Gunakan pakaian pelindung/ jaket, dengan memakai jaket panas yang di pancarkan dari tubuh anda tidak langsung hilang sehingga suhu tubuh anda akan lebih stabil.
4. Buatlah api unggun untuk menghangatkan tubuh
5. Minumlah minuman yang dapat menghangatkan tubuh, misalnya yang mengandung jahe atau ginseng.
6. Jika di dalam tenda, rapatkan tenda anda, berkumpulah bersama teman-teman dalam satu tenda agar lebih hangat
7. Jika anda tidak memiliki tenda carilah tempat berlindung yang aman, misalnya gua dangkal atau semacamnya agar terhindar dari terpaan angin atau hujan
8. Jagalah kondisi anda, dan sebisa mungkin jangan biarkan perut anda kosong agar tidak mudah masuk angin
9. Gunakan minyak angin, balsem atau minyak kayu putih yang memiliki efek hangat untuk anda oleskan di perut agar tidak mudah masuk angin
10. Jika anda memiliki gejala asma, persiapkanlah obat anda sebelum melakukan perjalanan, karena dingin berpotensi untuk memunculkan penyakit asma anda.

Readmore »»

{ 0 komentar }

Memilih base camp

Tips Memilih Tempat Peristirahatan

Dalam berkemah, baik kegiatan pramuka, pecinta alam, pendakian, tracking, atau sekedar menjelajah untuk menikmati pemandangan alam perlu perencanan salah satunya mengenai lokasi istirahat baik memasang tenda untuk bermalam, atau sekedar istirahat melepas penat.

Memilih tempat peristirahatan harus benar-banar di perhatikan, baik segi keamanan, kebutuhan air bersih atau MCK, dan segala kemungkinan lainnya. Memilih lokasi/tempat peristirahatan bisa dikatakan gampang-gampang susah, karena lebih bergantung pada kondisi medan, dan area yang kita datangi. Di areal yang miring atau curam lebih sulit untuk di jadikan tempat berkemah atau bermalam, namun tidak masalah jika untuk istirahat sementara. Sedangkan di daerah yang landai dan datar cenderung lebih cocok di jadikan tempat mendirikan tenda atau berkemah dan bermalam.

Berikut akan saya coba berikan tips-tips memilih tempat istirahat, berkemah atau mendirikan tenda. Namun sebagai catatan : Saya bukan ahlinya, sekedar berbagi tips atau pengalaman. Panduan dari instruktur adalah yang di utamakan, tips-tips ini hanya sebagai tambahan informasi dan semoga bermanfaat.

  1. Hal pertama adalah perencanaan tempat, paling tidak sudah di rencanakan di area mana anda atau regu anda akan beristirahat.
  2. Pilih tempat yang tidak terlalu jauh dengan sumber air bersih
  3. Jangan memilih tempat yang dekat dengan jalan binatang, tempat berkubang binatang, bekas mencari makan binatang, sarang binatang buas dan sebagainya.
  4. Carilah tempat yang agak teduh atau terlindung oleh terpaan angin langsung
  5. Hindari tempat-tempat yang rawan, misalnya rawan longsor atau aliran air jika hujan
  6. Usahakan tempat yang di pilih tidak susah untuk mendapatkan kayu bakar
  7. Jangan terlalu dekat dengan sungai yang masih memungkinkan terjangkau luapan air sungai saat hujan deras
  8. Pilih tempat yang lebih tinggi dari daerah sekitar dan datar untuk menghindari aliran air saat hujan
  9. Carilah daerah yang sedikit terbuka ( Jangan sampai daerah terlalu banyak rumput dan semak belukar) untuk menghindari ular dan bangsa reptil lainnya.
  10. Setelah anda berada di tempat yang telah di rencanakan periksa kelayakan area yang sudah anda rencanakan tersebut. Jika tidak layak, anda bisa mencari daerah terdekat yang menuhi kriteria diatas dan yang terpenting adalah ke amanan dan kenyamanan.

Readmore »»

{ 0 komentar }

Memasak di Alam

Memasak Dalam Keadaan Darurat

Kejadian tak terduga bisa menimpa siapa saja,tak peduli yang siap maupun yang tidak siap. Seringkali masalah-masalah sepele menjadi rumit di kala keadaan yang tidak bersahabat. Berikut pengalaman yang bisa saya bagi buat anda sebagai pengetahuan agar jika suatu saat berada pada kondisi yang tidak bersahabat tersebut.

Kegiatan alam seperti camping, tracking, dan pendakian banyak digemari sekarang ini, namun tidak sedikit dari mereka banyak yang tersesat, dan bahkan berakhir dengan maut. Kejadian seperti ini tentu tidak kita harapkan bahakan membayangkannya pun enggan. Bagi mereka yang hobi kegiatan-kegiatan yang menguji nyali tersebut tentunya sebelum terjun sudah siap fisik maupun mental, nah bagaimana buat anda yang sama sekali tidak pernah mendapatkan latihan survive, dan bahkan tidak pernah ikut kegiatan pramuka? Tips berikut mungkin akan berguna.

Salah satu hal penting dalam kegiatan alam atau di manapun adalah makan dan tentu saja untuk makan kita perlu memasak. Jadi api adalah elemen penting yang tidak boleh kita lupakan saat bertualang. Dengan menggunakan api kita dapat menghindarak diri dari binatang buas, menghangatkan tubuh saat malam, memasak makanan, memberi isyarat, dan sebagainya. Bagi petualang tentu sudah menyiapkan bekal-bekal ini dan salah satunya adalah beras untuk makan.

Memasak di alam atau dalam keadaan darurat tentu tidak seperti memasak dirumah, mengingat perjalanan yang umumnya sulit dan jauh tentu peralatan yang dibawa akan seminimal atau seefektif dan seefesien mungkin. Pada posting sebelumnya telah dibahas cara memasak menggunakan batang bambu, namun memasak dengan cara itu akan dapat di laksanakan jika tersedia air bersih. Sekarang bagaimana jika anda kekurangan air bersih? Sebagai contoh jika basecamp anda berada di dekat sungai yang ada akifitas tambang di bagian hulu. Tentu air sungai akan keruh dan tidak dapat digunakan untuk memasak. Sedangkan air bersih hanya cukup untuk minum ! Langkah berikut adalah salah satu solusinya.

  1. Siapkan beras dan panci/alat untuk merebus air
  2. Basahi beras dengan air secukupnya
  3. Masukan beras kedalam beberapa kantong plastik kurang lebih separuhnya, kemudian ikat kantong plastik agak longgar (sebelumnya kosongkan udara di dalamnya).
  4. Siapkan tempat untuk merebus (panci atau cerek)
  5. Isi paci atau cerek dengan menggunakan air sungai yang keruh
  6. Rebus beras dalam kantong plastik yang sudah dimasukan kedalam panci/cerek
  7. Jika sudah cukup lama air di dalam panci mendidih, angkat kantong plstik berisi beras dan periksa apakah beras didalam kantong plastik sudah matang.

Satu hal yang perlu di perhatikan adalah, cara memasak ini untuk menghindari beras yang kita masak terkontaminasi/kontak langsung dengan air sungai yang keruh atau berlumpur untuk menghemat persediaan air bersih. Semoga bermanfaat.

Readmore »»

{ 0 komentar }

Memasak Nasi Di Alam

Memasak nasi dengan alat seadanya

Apakah anda pernah membayangkan ketika suatu hari anda berkemah atau melakukan petualangan ke hutan, tiba-tiba ups..., perlengkapan memasak anda tiba-tiba hilang atau lupa terbawa? apa yang harus anda lakukan ?

Jika anda masih memiliki beras dan masih ada air buat memasak, jangan khawatir ! Anda masih bisa makan nasi, caranya ???

Pertama anda bisa menggunakan bambu.
Ambil dan potong bambu, cukup pakai satu ruas saja dengan salah satu bagian ruas bambu tetap utuh dan bagian ruas lainnya terbuka. Masukkan daun pisang kedalam bambu sebagai alas beras nantinya. Cuci beras sampai bersih, lalu masukan ke dalam bambu sekitar 3/4 nya. tambahkan air sampai sekitar 1-2 ruas jari tangan lalu sumpal lubang bambu dengan daun pisang.
Kemudian buatlah sanggahan dengan menggunakan tangkai/ ranting pohon seperti huruf Y sebanyk 2 buah, tancapkan ditanah dan dengan menggunakan dahan yang lain, letakan diatas ranting tersebut. Jangan lupa sebelumnya nyalakan api seperti membuat api unggun kecil di bawah sanggahan letakan bambu dengan posisi agak miring.

Readmore »»