Tips Menjaga Tubuh Tetap Hangat
Di tulisan sebelumnya mengenai memilih tempat untuk basecamp atau bermalam banyak saya singgung mengenai keamanan dan kenyamanan yang harus di pertimbangkan, nah slah satu unsur kenyamanan dan keamanan tersebut adalah angin. Angin selain beresiko bagi tenda-tenda yang anda dirikan juga dapat menurunkan daya tahan tubuh terutama efeknya adalah rasa dingin yang menyebabkan anda mudah masuk angin dan terserang flu.
Jadi dalam memilih tempat untuk mendirikan tenda sebaiknya yang terlindung dari terpaan angin langsung agar tenda aman dan tentunya tidak kedinginan. Tapi perlu di ingat kedinginan tidak hanya bisa ditimbulkan oleh angin, tapi bisa berbagai sumber misalnya embun, keadaan basah, faktor cuaca (suhu lingkungan), ataupun sakit.
Kedinginan dapat menimbulkan masalah serius pada kita, misalnya badan menggigil sehingga tidak dapat melakukan aktifitas normal, asma, flu, ataupun hipotermia. Gejala kedinginan yang cukup parah terlihat dari badan yang menggigil, muka pucat suhu tubuh turun, gigi bergemeletuk dsb.
Lalu bagaimana cara mengindarkan diri agar tidak terkena bahaya akibat kedinginan ! Tentu saja sebelum berangkat melakukan perjalanan atau petualangan anda harus sudah mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari instruktur anda yang lebih ahli dan berpengalaman. Namun bagaimana kalau kejadian itu adalah tak terduga atau tidak di rencanakan sebelumnya ? Berikut tips-tips yang mungkin dapat membantu Bagaimana menjaga tubuh tetap hangat atau tidak kedinginan.
1. Persiapkan segala sesuatu yang anda perlukan untuk bertualang, ataupun menjelajahi alam termasuk jaket, minuman penghangat, dll
2. Hindari penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan efek dingin, misalnya air, angin, dan embun
3. Gunakan pakaian pelindung/ jaket, dengan memakai jaket panas yang di pancarkan dari tubuh anda tidak langsung hilang sehingga suhu tubuh anda akan lebih stabil.
4. Buatlah api unggun untuk menghangatkan tubuh
5. Minumlah minuman yang dapat menghangatkan tubuh, misalnya yang mengandung jahe atau ginseng.
6. Jika di dalam tenda, rapatkan tenda anda, berkumpulah bersama teman-teman dalam satu tenda agar lebih hangat
7. Jika anda tidak memiliki tenda carilah tempat berlindung yang aman, misalnya gua dangkal atau semacamnya agar terhindar dari terpaan angin atau hujan
8. Jagalah kondisi anda, dan sebisa mungkin jangan biarkan perut anda kosong agar tidak mudah masuk angin
9. Gunakan minyak angin, balsem atau minyak kayu putih yang memiliki efek hangat untuk anda oleskan di perut agar tidak mudah masuk angin
10. Jika anda memiliki gejala asma, persiapkanlah obat anda sebelum melakukan perjalanan, karena dingin berpotensi untuk memunculkan penyakit asma anda.
{ 0 komentar }
Tips Menjaga Tubuh Tetap Hangat
{ 0 komentar }
Memilih base camp
Tips Memilih Tempat Peristirahatan
Dalam berkemah, baik kegiatan pramuka, pecinta alam, pendakian, tracking, atau sekedar menjelajah untuk menikmati pemandangan alam perlu perencanan salah satunya mengenai lokasi istirahat baik memasang tenda untuk bermalam, atau sekedar istirahat melepas penat.
Memilih tempat peristirahatan harus benar-banar di perhatikan, baik segi keamanan, kebutuhan air bersih atau MCK, dan segala kemungkinan lainnya. Memilih lokasi/tempat peristirahatan bisa dikatakan gampang-gampang susah, karena lebih bergantung pada kondisi medan, dan area yang kita datangi. Di areal yang miring atau curam lebih sulit untuk di jadikan tempat berkemah atau bermalam, namun tidak masalah jika untuk istirahat sementara. Sedangkan di daerah yang landai dan datar cenderung lebih cocok di jadikan tempat mendirikan tenda atau berkemah dan bermalam.
Berikut akan saya coba berikan tips-tips memilih tempat istirahat, berkemah atau mendirikan tenda. Namun sebagai catatan : Saya bukan ahlinya, sekedar berbagi tips atau pengalaman. Panduan dari instruktur adalah yang di utamakan, tips-tips ini hanya sebagai tambahan informasi dan semoga bermanfaat.
- Hal pertama adalah perencanaan tempat, paling tidak sudah di rencanakan di area mana anda atau regu anda akan beristirahat.
- Pilih tempat yang tidak terlalu jauh dengan sumber air bersih
- Jangan memilih tempat yang dekat dengan jalan binatang, tempat berkubang binatang, bekas mencari makan binatang, sarang binatang buas dan sebagainya.
- Carilah tempat yang agak teduh atau terlindung oleh terpaan angin langsung
- Hindari tempat-tempat yang rawan, misalnya rawan longsor atau aliran air jika hujan
- Usahakan tempat yang di pilih tidak susah untuk mendapatkan kayu bakar
- Jangan terlalu dekat dengan sungai yang masih memungkinkan terjangkau luapan air sungai saat hujan deras
- Pilih tempat yang lebih tinggi dari daerah sekitar dan datar untuk menghindari aliran air saat hujan
- Carilah daerah yang sedikit terbuka ( Jangan sampai daerah terlalu banyak rumput dan semak belukar) untuk menghindari ular dan bangsa reptil lainnya.
- Setelah anda berada di tempat yang telah di rencanakan periksa kelayakan area yang sudah anda rencanakan tersebut. Jika tidak layak, anda bisa mencari daerah terdekat yang menuhi kriteria diatas dan yang terpenting adalah ke amanan dan kenyamanan.
{ 0 komentar }
Memasak di Alam
Memasak Dalam Keadaan Darurat
Kejadian tak terduga bisa menimpa siapa saja,tak peduli yang siap maupun yang tidak siap. Seringkali masalah-masalah sepele menjadi rumit di kala keadaan yang tidak bersahabat. Berikut pengalaman yang bisa saya bagi buat anda sebagai pengetahuan agar jika suatu saat berada pada kondisi yang tidak bersahabat tersebut.
Kegiatan alam seperti camping, tracking, dan pendakian banyak digemari sekarang ini, namun tidak sedikit dari mereka banyak yang tersesat, dan bahkan berakhir dengan maut. Kejadian seperti ini tentu tidak kita harapkan bahakan membayangkannya pun enggan. Bagi mereka yang hobi kegiatan-kegiatan yang menguji nyali tersebut tentunya sebelum terjun sudah siap fisik maupun mental, nah bagaimana buat anda yang sama sekali tidak pernah mendapatkan latihan survive, dan bahkan tidak pernah ikut kegiatan pramuka? Tips berikut mungkin akan berguna.
Salah satu hal penting dalam kegiatan alam atau di manapun adalah makan dan tentu saja untuk makan kita perlu memasak. Jadi api adalah elemen penting yang tidak boleh kita lupakan saat bertualang. Dengan menggunakan api kita dapat menghindarak diri dari binatang buas, menghangatkan tubuh saat malam, memasak makanan, memberi isyarat, dan sebagainya. Bagi petualang tentu sudah menyiapkan bekal-bekal ini dan salah satunya adalah beras untuk makan.
Memasak di alam atau dalam keadaan darurat tentu tidak seperti memasak dirumah, mengingat perjalanan yang umumnya sulit dan jauh tentu peralatan yang dibawa akan seminimal atau seefektif dan seefesien mungkin. Pada posting sebelumnya telah dibahas cara memasak menggunakan batang bambu, namun memasak dengan cara itu akan dapat di laksanakan jika tersedia air bersih. Sekarang bagaimana jika anda kekurangan air bersih? Sebagai contoh jika basecamp anda berada di dekat sungai yang ada akifitas tambang di bagian hulu. Tentu air sungai akan keruh dan tidak dapat digunakan untuk memasak. Sedangkan air bersih hanya cukup untuk minum ! Langkah berikut adalah salah satu solusinya.
- Siapkan beras dan panci/alat untuk merebus air
- Basahi beras dengan air secukupnya
- Masukan beras kedalam beberapa kantong plastik kurang lebih separuhnya, kemudian ikat kantong plastik agak longgar (sebelumnya kosongkan udara di dalamnya).
- Siapkan tempat untuk merebus (panci atau cerek)
- Isi paci atau cerek dengan menggunakan air sungai yang keruh
- Rebus beras dalam kantong plastik yang sudah dimasukan kedalam panci/cerek
- Jika sudah cukup lama air di dalam panci mendidih, angkat kantong plstik berisi beras dan periksa apakah beras didalam kantong plastik sudah matang.
Satu hal yang perlu di perhatikan adalah, cara memasak ini untuk menghindari beras yang kita masak terkontaminasi/kontak langsung dengan air sungai yang keruh atau berlumpur untuk menghemat persediaan air bersih. Semoga bermanfaat.
{ 0 komentar }
Etika terhadap Penghuni Alam Ghaib
Etika Di Kawasan Baru
Artikel kali ini saya tujukan buat anda yang percaya bahwa di dunia ini ada makhluk yang tidak kasat mata yang bisa saja hidup berdampingan di sekitar anda antara dunia nyata dan dunia ghaib. Bagi anda yang tidak meyakini mungkin artikel ini tidak begitu penting. Namun saya akan tetap meneruskan menulis artikel ini karena saya yakin banyak dari anda yang percaya bahawa di dunia ini kita tidak sendirian, so bagi anda yang saya maksudkan di atas silahkan simak !
Kita kadang baru percaya jika sudah mengalami sendiri kejadian-kejadian yang irasional, yang tidak dapat dijelaskan secara logika bahkan nuansa-nuansa seperti itu malah ditunggu-tunggu bagi sebagian orang. Lalu adakah hubungannya dengan bertahan hidup? Jawabnya Ya !. Langsung atau tidak langsung keberadaan kitalah yang sebenarnya menyebabkan kita jatuh dalam masalah yang berhubungan dengan hal-hal mistis, terutama di tempat-tempat yang memang belum sering terjamah seperti hutan, gunung, dan pohon-pohon besar yang memang sudah lumrah menjadi tempat-tempat tinggal makhluk yang kadang menjadi kontroversial dimasyarakat.
Dan satu hal yang perlu kita sadari adalah kita tidak bisa menghindari dan memungkiri bahwa mereka ada. Meski sebagian anda percaya bahwa mereka tidak akan pernah mengganggu kita selama kita tidak menggaggu mereka. Namun sebagian dari mereka yang merasa terganggu justru tidak menyadari bahwa merekalah yang mengusik keberadaannya.
Dari berbagai sumber, tempat tinggal yang biasa menjadi hunian bangsa jin dan makhluk halus lainnya adalah gunung, pohon besar, patung besar, bangunan kosong, hutan, dan danau. Di sinilah kita harus lebih arif dan mengendalikan diri, meski begitu jangan pernah merasa tegang atau takut, karena hanya Tuhan yang pantas kita takuti.
Berikut beberapa tips yang mungkin berguna buat anda :
- Ucapkanlah salam (cukup dalam hati atau cukup anda yang mendengar) saat memasuki wilayah baru.
- Niatkan kegiatan atau tujuan anda untuk kebaikan
- Jangan mengeluarkan kata-kata kotor saat berada di daerah yang tidak anda kenal
- Menjaga sikap dan perbuatan anda, jangan mengotori atau berbuat usil pada tumbuhan atau hewan.
- Jangan biarkan pikiran anda kosong (melamun atau menghayal)
- Isi pikiran anda dengan pikiran-pikiran positif.
- Jangan bersikap atau berkata-kata yang seolah menantang alam
- Jika anda berangkat dalam rombongan jangan berpisah/menyendiri (atau membentuk kelompok ganjil), kecuali memang dari awal keberangkatan.
- Usahakan jangan memberikan celoteh atau komentar yang tidak wajar jika menjumpai sesuatu yang ganjil (aneh)
Sebenarnya masih banyak etika yang harus kita perhatikan terhadap lingkungan terutama makhluk ghaib, namun perlu di garis bawahi, kita memang harus percaya tetapi jangan sampai kepercayaan itu menjadikan kita buta dan syirik terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
{ 0 komentar }
Memasak Nasi Di Alam
Jika anda masih memiliki beras dan masih ada air buat memasak, jangan khawatir ! Anda masih bisa makan nasi, caranya ???
Pertama anda bisa menggunakan bambu.
Ambil dan potong bambu, cukup pakai satu ruas saja dengan salah satu bagian ruas bambu tetap utuh dan bagian ruas lainnya terbuka. Masukkan daun pisang kedalam bambu sebagai alas beras nantinya. Cuci beras sampai bersih, lalu masukan ke dalam bambu sekitar 3/4 nya. tambahkan air sampai sekitar 1-2 ruas jari tangan lalu sumpal lubang bambu dengan daun pisang.
Kemudian buatlah sanggahan dengan menggunakan tangkai/ ranting pohon seperti huruf Y sebanyk 2 buah, tancapkan ditanah dan dengan menggunakan dahan yang lain, letakan diatas ranting tersebut. Jangan lupa sebelumnya nyalakan api seperti membuat api unggun kecil di bawah sanggahan letakan bambu dengan posisi agak miring.
{ 0 komentar }
Persiapan tracking
Preventif Sederhana Buat Lintah
Hari ini tepat 17 Juli 2009, wah posting pertama yang saya terbitkan di blog yang saya buat beberpa jam yang lalu. Untuk posting pertama ini saya akan berikan beberapa tips atau langkah bagi anda yang senang tracking atau camping dan melakukan perjalanan wisata alam. Mungkin bagi sebagian orang sudah terbiasa jika melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata alam yang tidak banyak di kunjungi dan tentunya masih memiliki cirik khas yang tidak banyak berubah karena aktifitas manusia.
Nah di beberapa wisata alam terutama yang jalurnya ada melintasi hutan hujan tropis atau rawa yang jarang di lewati maka salah satu yang harus di perhatikan dalam perjalanan adalah lintah atau pacet. Lintah atau pacet merupakan hewan tak bertulang belakang yang termasuk kedalam phyllum Anelida. Hewan ini bertahan hidup dengan mengisap darah hewan lain atau manusia yang melintas di dekatnya. Hewan ini mengeluarkan zat anti pembekuan darah sehingga ketika sudah lepaspun darah dari bekasnya mengisap akan masih tetap mengalir beberapa waktu.
Ada beberapa jenis lintah yang sering dijumpai khususnya di indonesia, antara lain lintah sawah, biasa hidup di air dan terdapat di sawah-sawah, dan yang sering kali susah diantisipasi adalah lintah yang disebut orang banjar ”halimatak” lintah jenis ini sering menempel di dedaunan dan dapat meraih mangsanya tanpa disadari. Umunya halimatak ini mengisap darah disekitar belakang telinga, leher bagian belakang, kaki dan punggung.
Sebagian mungkin tidak terlalu mempermaslahkan hewan ini, toh tidak membahayakan juga, malah ada yang beranggapan itu bagus buat terapi. Namun bagi sebagian orang lagi, lintah atau pacet atau halimatak ini tentu menjadi masalah serius, bukan karena bahayanya, tapi karena rasa geli atau jijik dan sering kali membuat panik karena tanpa disadari sudah menempel di tubuh dan begitu erat melekat.
Berikut tips pengalaman saya untuk masalah lintah terutama ”halimatak” yang dapat saya bagikan buat anda yang mungkin termasuk ”alergi” dengan lintah. Siapa tahu informasi sederhana ini bisa membantu buat anda yang ingin pergi tracking ke objek-objek wisata alam yang belum banyak dijamah misalnya seperti kahung.
Hal-hal yang perlu di perhatikan :
- Gunakan sepatu dan pakaian lengan panjang serta celana panjang
- Gunakan kaos kaki yang agak tebal dan cukup panjang
- Masukan ujung celana anda ke dalam kaos kaki agar tidak ada celah
- Jika dirasa masih kurang, masukan juga baju kedalam sehingga tidak ada celah dari unjung kaki hingga ke leher anda.
- Jika anda berjalan dalam barisan usahakan jangan berada diurutan tengah sampai urutan belakang karena ”halimatak” akan merespon gerakan disekitarnya sehingga yang berjalan di barisan depan cenderung lebih aman sedangkan yang dibagian tengah hingga kebelakang cenderung lebih berisiko sebab kawanan ”halimatak” sudah merspon kehadiran mangsa.
- Jika memungkinkan, jangan melakukan tracking atau perjalanan di musim hujan dan saat hujan atau setelah hujan, selain kondisi licin, lintah lebih banyak keluar di saat keadaan dasar hutan yang lembab dan basah.
Untuk berjaga-jaga anda bisa bawa air tembakau, atau api (korek api). Ini berguna untuk melepaskan lintah yang menempel di badan. Sebab, sekali menempel lintah susah dilepaskan, dan jika sudah mengisap darah jangan sekali-sekali melepaskan dengan paksa sebab alat pengisapnya bisa tertinggal sehingga darah yang keluar bekas isapannya akan lebih lama berhenti. Untuk melepaskan lintah yang sudah menempel atau sudah mengisap darah gunakan air tembakau (cukup ditetesi), atau sulut dengan api, maka dia akan menjatuhkan diri.
Satu hal lagi yang menurut saya penting di ketahui adalah jangan mandi atau berendam saat ada hujan yang cukup lebat di daerah hulu atau kawasan hutan yang menjadi asal sumber air sungai tempat kita mandi apa lagi berendam dibelakang batu besar atau di tempat yang arusnya kecil sebab air hujan yang cukup lebat akan membawa lintah-lintah di dasar hutan badan sungai. Sebab jika anda lakukan hanya dalam hitungan menit lintah sudah menempel di tubuh anda.
Semoga artikel ini bermanfaat, jika anda punya koreksi dan punya pengalaman lain bisa kirimkan ke Ricopenguin85@gmail.com.