{ 3 komentar }

Belajar Memasang Jerat

Belajar Memasang Jerat

Inilah janji saya untuk menceritakan petualangan semasa kecil dei hutan rawa. Kalau anda menyimak sampai akhir, akan ada pelajaran bermanfaat, paling tidak sebagai pengetahuan anda tentang suatu cara sederhana untuk bertahan hidup di hutan, namun kali ini hutan yang dimaksud adalah hutan rawa.

Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang meiliki rawa yang luas, dan terkenal dengan rawa gambutnya. Selain pH tanahnya yang sangat asam, tumbuhan yang bisa bertahan disini tidak banyak. Pohon-pohon yang dominan adalah galam, karenanya sering pula di sebut hutan galam. Dasar hutan di tumbuhi rumput yang hampir seragam, umumnya jenis purun kudung, paku-pakuan dan dari genus Cyperus.

Di daerah yang jauh dari pusat keramaian biasanya banyak terdapat berbagai jenis burung, antara lain burung belibis, punai, kutilang, karuang, dan bubut. Adapula burung-burung yang saya kurang tau nama bahasa indonesianya misalnya burung baburak, tatapian, katikusan, tiung, dan ayaman. Beberapa burung tersebut dapat dimakan dan yang cukup digemari adalah punai, hayaman, katikusan, karuang, dan tatapaian.

Burung-burung seperti tatapaian, katikusan, baburak dan sejenisnya biasanya banyak di jumpai disekitar sawah, kecuali ayaman yang biasanya hanya ada di tempat yang benar-benar jauh dari pemukiman.

Kembali kecerita sewaktu saya kecil, burung-burung yang saya sebutkan tadi masih sangat sering dijumpai, dan saya bisa menikmati dagingnya hanya dengan bermodalkan beberapa meter benang pancing dan sebilah pisau atau parang. Mau tau caranya ?.

Hampir setiap haris saya sepulang sekolah pergi kehutan dibelakang rumah, macam-macam aktifitas yang di kerjakan. Hari ini mencari kayu bakar, besok memancing, lusa mencari sarang burung, besok lusa memasang jerat dan banyak lagi. Pada musim-musim tertentu (musim penghujan) burung ayaman, baburak, katikusan, ketapaian, banyak ditemukan. Meski terlihat jinak namun tidak akan mungkin untuk menangkap dengan tangan kosong. Sebenarnya untuk menangkapnya ada beberapa cara, antara lain dengan menembak dengan menggunakan ketapel, dengan pancing atau dengan menggunakan jebak. Namun ada cara yang lebih mudah dan sederhana, yaitu menggunakan jerat.

Menggunakan jerat bisa dipelajari siapa saja, tapi meski prakteknya mudah hasilnya pasti akan berbeda dengan yang benar-benar ahlinya ( penduduk asli). Sebab memasang jerat harus di daerah yang sering di lalui burung dan harus bisa membedakan mana jalan burung dan mana jalan tikus. Selain itu pengalaman akan banyak memberikan pengetahuan tambahan dalam menjerat.

Nah, bagaimana caranya membuat jerat ?. Pengen tau ? nih simak aja..

Alat dan bahan untuk memasang jerat

  1. Yang pertama dibutuhkan adalah benang pancing/nilon
  2. Potong nilon dengan ukuran kurang lebih 30-40 cm sehingga ketika di bentuk lingkaran akan berdiameter 10-15 cm.
  3. Buat simpul pada ujung nilon atau benang, sehingga nanti akan membentuk suatu lingkaran yang berfungsi sebagai jerat (lihat gambar)
  4. Buat sampai beberapa buah agar kemungkinan burung yang terjerat juga lebih tinggi.
  5. Pergilah ke daerah yang sering menjadi tempat mencari makan burung jenis pejalan yang mencari makanan di air berupa ikan-ikan kecil, kodok dan sebagainya
  6. Jika sudah tiba, potonglah ranting yang cukup kuat dan kokoh sebagai tiang tempat mengikat ujung nilon, bisa juga menggunakan batang tanaman terdekat misalnya karamunting untuk dijadikan tambatan nilon.
  7. Cari satu ranting lagi yang lebih kecil sebagai penyangga nilon disisi yang lain.
  8. Setelah selesai, cari tempat baru dan lakukan hal yang sama seperti langkah nomor 6-7 sampai semua jerat yang di siapkan terpasang semua atau sudah cukup banyak.
  9. Periksalah jerat 1 kali sehari atau setiap pagi dan sore, jika ada jerat yang lepas, betulkan ke posisi semula.
Posisi jerat yang sudah terpasang

Bagaimana, Mudah bukan ! jika anda kesulitan lihat gambar. Cara ini bisa anda gunakan di daerah anda jika memiliki kondisi lingkungan yang sama atau terdapat jenis burung sama atau memiliki karakter yang sama. Biasanya memiliki kaki cukup panjang, mencari makan di atas rumput yang tergenang atau di pinggir sawah.

Tapi ingat, jangan sampai melampaui batas sebab keberadaan burung-burung itu kini sudah mulai berkurang akibat banyaknya perburuan dengan menggunakan senapan angin. Sampai berjumpa lagi di tulisan saya selanjutnya....


Share This Artikel:

Look at the sidebar, If your favourite network is not listed here :)

Artikel Terkait:

{ 3 Komentar, dibacaya }

kamal setiu mengatakan...

http://i242.photobucket.com/albums/ff196/rodadepan/white-dog-blue-nose-emoticons-6.gif

muhammad jumani mengatakan...

boleh dicoba nih...

Zulfadhlie Yusuf mengatakan...

Makasih,:), nanti gua coba,, tp blh bikin bedekatan sama sarang ya gak,, mau nangkap burung pekutut ni, ajarin dong masang di sarang;;)

Silahkan berkomentar Ya..